obyek wisata khas gunungkidul

Tiket Masuk dan Lokasi Sri Gethuk Waterfall Gunungkidul

Di tengah popularitas obyek-obyek wisata di Gunungkidul, nama Sri Gethuk menjadi salah satunya. Obyek wisata dengan potensi menarik berupa air terjun yang mengalir ke Sungai Oya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Bagi yang penasaran apa dan bagaimana obyek wisata ini, berikut informasi lengkap seputar tiket masuk dan lokasi Sri Gethuk Waterfall Gunungkidul.

Sebelum masuk ke informasi rinci seputar tiket masuk dan lokasi Sri Gethuk Waterfall Gunungkidul, ada baiknya kita mengenal dulu secara lebih dekat apa itu Sri Gethuk.

What (Apakah Sri Gethuk itu?)

Menurut seorang pengelola obyek wisata yang masih relatif baru ini, nama Sri Gethuk diambilkan dari penyelarasan penyebutan Kethuk sebagai salah satu jenis perangkat gamelan Jawa. Dengan aksennya yang unik sebagai bagian dari masyarakat Jawa, penduduk sekitar air terjun tersebut sering mengucapkan Kethuk dengan Gethuk. Menurut cerita yang beredar di tengah masyarakat, jaman dahulu ada kerajaan lelembut di sekitar air terjun tersebut yang rajanya suka memainkan perangkat gamelan Kethuk sehingga bunyinya sering terdengar hingga ke pemukiman warga. Tambahan Sri menjadi Sri Gethuk dikatakan untuk menggambarkan keindahan dan kesuburan daerah tersebut.

Pesona Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Where (Dimanakah Air Terjun Sri Gethuk itu?) 

Seringkali masyarakat luar DIY mengatakan bahwa Sri Gethuk berada di Wonosari (seperti halnya judul artikel ini yang sengaja Blogger Gundul sajikan demikian untuk menggugah perhatian pembaca). Sebenarnya, air terjun Sri Gethuk ini tidak berada di Wonosari, karena Wonosari sendiri merupakan nama kecamatan yang menjadi pusat kota Kabupaten Gunungkidul. Secara geografis, air terjun ini berada di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, atau sekitar 15 km dari pusat kota Wonosari. Rute menuju Air Terjun fantastis ini dapat ditemukan disini.

When (Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi Air Terjun Sri Gethuk?).

Pada umumnya, obyek wisata ini ramai pada hari-hari libur sehingga jika sobat menginginkan suasana yang tenang, dan tidak harus antri tiket, usahakan datang pada hari-hari di luar liburan. Berhubung fasilitas penerangan obyek wisata ini masih minim, sobat dapat mendatanginya pada pagi hari atau sore hari sebelum gelap. Selain itu, usahakan berkunjung pada musim kering karena selain pemandangannya lebih bagus dengan kebeningan airnya, bahaya banjir bandang yang sewaktu-waktu dapat terjadi pun dapat dihindari. 

Why (Mengapa harus ke Sri Gethuk?)

Mengunjungi Sri Gethuk bukan hanya akan membuat pikiran kita fresh, menggugah rasa syukur, maupun membahagiakan anggota keluarga. Keindahan alamnya yang unik juga akan memberikan gambaran kepada kita bahwa tidak semua wilayah di Gunungkidul rentan kekeringan. Di tengah stigma bahwa Gunungkidul merupakan daerah yang tandus dan kering, ternyata ada syurga wisata air di dalamnya. Hal ini tentu akan membuka mata hati kita bahwa Tuhan memang Maha Kuasa, yang mampu membuat sesuatu indah adanya.

How (Bagaimana Mencapai Air Terjun Sri Gethuk?)

Untuk mencapai obyek wisata air terjun Sri Gethuk, kita memerlukan kendaraan khusus karena sejauh ini belum ada alat transportasi umum yang membuka rute ke lokasi tersebut. Dengan mengikuti rute menuju obyek wisata air terjun Sri Gethuk ini, sobat dapat mengendarai mobil maupun motor untuk sampai ke parkiran, dan selanjutnya menggunakan perahu atau jalan kaki menuju air terjun tersebut.

Informasi terakhir yang kami dapatkan, untuk masuk ke Obyek Wisata Air Terjun Sri Gethuk dikenakan biaya tiket sebesar Rp. 5.000, naik rakit atau perahu sebesar Rp. 5000, serta sewa ban pelampung sebesar Rp. 2000 per orang. Biaya-biaya tersebut dapat saja berubah sesuai peraturan pengelola setempat. 

Nah, itulah informasi lengkap seputar tiket masuk dan lokasi Sri Gethuk Waterfall Gunungkidul. Keindahan alamnya dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita untuk meraih semangat baru. Akan tetapi, agar keindahan obyek wisata ini tetap lestari, selaras dengan semboyan para pecinta alam: take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time, and bring nothing but memory (Jangan ambil apapun kecuali foto, jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki, jangan bunuh apapun kecuali waktu, dan jangan bawa pulang apapun kecuali kenangan). Semoga bermanfaat. Salam.

ADD YOUR COMMENT