obyek wisata khas gunungkidul

Keunikan Jembatan Gantung Prahon Wonolagi Gunungkidul

Mengupas sisi-sisi keunikan Gunungkidul memang sangat menarik dan menggugah semangat untuk terus mengeksplor kabupaten terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta ini. Kali ini, kami mengajak sobat semua untuk menengok salah satu keunikan tersebut, yakni jembatan gantung Prahon Wonolagi Gunungkidul.

Jembatan dengan panjang sekitar 100 meter ini merupakan salah satu jembatan gantung yang masih tersisa di Gunungkidul, selain jembatan gantung Lemah Abang di Desa Ngoro-Oro Kecamatan Patuk. Terletak di Padukuhan Wonolagi, Desa Ngleri, Kecamatan Playen, jembatan gantung Prahon atau juga sering disebut jembatan gantung Wonolagi.

Jembnatan Gantung Wonolagi Jembatan Prahon ini menghubungkan dan menjadi akses utama yang menghubungkan Padukuhan Wonolagi di Kecamatan Playen dengan Padukuhan Kalinampu di Kecamatan Patuk. Lebarnya yang hanya sekitar 1.5 meter membuat jembatan ini hanya mampu menopang kendaraan roda dua pada satu arah. Kendaraan yang datang dari arah  berlawanan harus rela antri dan menunggu di seberang jembatan.

Secara historis, pembangunan jembatan Prahon Wonolagi ini dimuali sekitar tahun 2005, yang merupakan hasil swa daya masyarakat Padukuhan Wonolagi dan Kalinampu dengan sponsor dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Rotary Club Yogyakarta, Para Donatur, serta Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Peresmian jembatan gantung Wonolagi ini dilakukan pada tahun 2007 oleh Bupati Gunungkidul waktu itu.

Jembatan Gantung Prahon

Keunikan jembatan gantung Prahon bagi para wisatawan terletak pada konstruksinya yang cukup sederhana namun sangat menantang. Dengan hanya menggantung pada tali gantungan dengan bangunan penopang di masing-masing sisi sungai, tentu butuh nyali khusus untuk melewati jembatan ini, karena setiap gerakan yang kita lakukan akan mampu menggetarkan jembatan sehingga bergoyang-goyang.

Sebagai alasnya, papan-papan kayu diset sedemikian rupa membentuk lantai jembatan yang akan menimbulkan bunyi-bunyi unik ketika dilewati, terlebih jika kita menggunakan kendaraan bermotor. Rongga-rongga antara papan-papan kayu tersebut sedikit menganga sehingga pemandangan sungai dibawahnya terlihat, yang sering membuat mereka yang takut ketinggian harus berpikir dua kali untuk melewatinya.

Jembatan Gantung Prahon Wonolagi

Di kanan dan kiri jembatan gantung Prahon Wonolagi ini, pemandangan sungai yang masih alami menyuguhkan kesejukkan tersendiri. Sesekali, kita akan berpapasan dengan para pencari rumput yang akan menambah kesan dan suasana perdesaan yang alami. Keramahan penduduk pun menjadi salah satu pelengkap keunikan jembatan gantung dan suasana perdesaan asri khas tempo doeloe.

Bagi yang suka gowes, jalur menuju jembatan Prahon Wonolagi ini menyuguhkan trek yang sangat indah dan menantang. Jalan cor blok dengan pepohonan yang cukup lebat di samping kanan kiri jalan menjadikan suasana teduh dan nyaman. Tanjakan cukup ekstrim akan kita temu sesaat setelah keluar dari jembatan ini, khususnya di sisi Padukuhan Wonolagi. Jika tidak mau melewatinya, jalan memutar pun tersedia.

Jalan menuju Jembatan Wonolagi

Untuk mencapai jembatan gantung Prahon Wonolagi ini, sobat memang hanya dapat menggunakan kendaraan roda dua atau sepeda. Ada 2 jalur menuju jembatan ini, yakni dari sisi Kecamatan Patuk serta dari Kecamatan Playen. Kedua sisi menawarkan suasana alam perdesaan yang masih asri.

Menuju Jembatan Gantung Prahon Wonolagi dari Kecamatan Patuk

Jika sobat ingin mulai mengunjungi jembatan gantung Prahon Wonolagi ini dari Kecamatan Patuk, sobat dapat mengambil arah ke Wonosari. Tepat di pertigaan Beji ke arah Padukuhan Jelok, sobat terus lurus saja kearah selatan menuju sebuah perempatan yang ada patung Semarnya. Dari patung ini, sobat ambil arah kiri menyusuri satu-satunya jalan yang masih cor blok. Ikuti jalan ini tanpa berbelok, dalam jarak sekitar 2 km, sobat akan menemukan jembatan Prahon ini.

Jembatan Prahon Wonolagi

Menuju Jembatan Gantung Prahon Wonolagi dari Kecamatan Playen

Jika sobat berangkat dari daerah Playen, sobat dapat memulai perjalanan dengan memilih perempatan Gading sebagai starting-point nya. Ambil arah ke selatan menuju Desa Banaran. Sekitar 4 km dari perempatan tersebut, nanti sobat akan menemui pertigaan jalan aspal (sebenarnya berupa perempatan kecil dengan jalan cor disisi kiri) di wilayah Desa Ngleri.

Dari titik ini, sobat ambil saja arah kanan (barat) menuju ke Padukuhan Wonolagi. Sekitar 1 km pertama, sobat akan mendapati jalan beraspal mulus, 4 km selanjutnya, jalanan cor blok menyusuri perbukitan akan membawa sobat ke Padukuhan Wonolagi. Nah, jika sudah sampai padukuhan ini, tanya saja jembatan gantung Prahon Wonolagi, semua warga tentu mengetahuinya.

Jembatan Gantung Wonolagi

Itulah sekilas tentang eksotisme dan keunikan  jembatan gantung Prahon Wonolagi Gunungkidul. Jika sobat penasaran dan ingin mengunjungi jembatan unik ini, silakan manfaatkan waktu-waktu senggang sobat dan jangan lupa untuk berbagi informasi ini kepada kerabat atau teman sobat semua. Selamat berwisata. Salam.

ADD YOUR COMMENT